Minggu, 15 Januari 2012

Just a Little Things of Me

 
Aku bukanlah aku yang dulu. Aku bukanlah aku yang diam mati tak memiliki dunia yang bergerak mengitari langkahku. Aku bukanlah aku yang hanya memiliki ruang sempit untuk bergerak. Aku bukanlah aku yang hanya menghindari kesenangan dan keramaian dan sibuk dengan duniaku sendiri, dunia yang sepi dan tak berbunga. Aku tidak lagi hanya memiliki segelintir teman dekat yang membuatku benar – benar nyaman dan aman. Duniaku tak lagi hanya tentangku dan perempuan lain tapi kini juga laki – laki yang hadir di duniaku serta ikut mewarnai hari – hariku.

Dulu aku dingin, pemalu dan egois. Aku tak peduli dengan semua orang dan aku hanya hidup untuk diriku sendiri. Aku tidak kenal dengan dunia yang gemerlap, ramai dan menyenangkan.  Seakan semua orang menghindariku karena aku bukan seseorang yang mengasyikkan. Dulu aku adaah orang yang hanya diam saat diterkam, hanya sabar saat tertekan, hanya mengaah saat ditantang dan hanya bisa terpojok saat semua bergerak. Hidupku stagnant

Semua hal itu membuatku berpikir apa tujuan hidupku. Tidak ada. Dan itulah yang kusadari saat itu, sesuatu yang membuat hidupku sama sekali tidak bergairah. Aku tidak memiliki tujuan. Sesuatu yang membuatku benar – benar terjatuh kedalam lubang hitam. Namun, semakin aku berpikir semakin aku sadar bawa aku harus bergerak dan berubah. Aku tidak bisa terus diam dan tidur diatas kegelapan yang kuciptakan sendiri. Aku harus memiliki keinginan, cita – cita dan tujuan untuk membuat hidupku lebih berarti dan bermakna. Hidup tidak selalu tentang diriku sendiri tetapi aku harus mengijinkan orang lain berbagi kehidupannya denganku, saling melengkapi.

Kini, aku tidak lagi bisa diinjak dengan mudah oleh orang lain. Aku tidak lagi diam saat tertekan. Aku tidak lagi sedingin dan semematikan dulu. Tersenyum dan berbagi. Dalam hidup kita memang harus selalu tersenyum dan berbagi. Meskipun ini bertentangan dengan hatiku tapi aku memang harus melakukan perubahan demi masa depanku. Mengambil resiko besar dan melawan kerasnya hati. Meninggakan rasa malu dan keegoisan. Dan aku siap menyambut perubahanku untu mencapai kesuksesan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar